“Tak
Lagi Sama”
sinopsis
Lia ,18 tahun adalah
seorang pelajar SMA Swasta di salah satu sekolah di Bengkulu, lia duduk di
bangku kelas 12, dan akan menghadapi ujian nasional, kisah ini berawal saat ia masih di smp dahulu ia mempunyai
seorang teman dekat yang bernama radit. Radit adalah anak yang selalu membawa
keceriaan bagi semua orang, walaupun lia mengenal radit saat di kelas 8 smp,
pada saat itu radit adalah siswa pindahan dari luar kota, radit mengikuti orang
tuanya, orang tua radit ini sering pindah-pindahdikarenakan tututan pekerjaan. Lia
sangat suka menulis diary, semua yang ia alami selalu ia curahkan ke diarynya,
begitu juga saat berteman dengan Radit, mereka sangat akrab walaupun Lia dan
Radit berbeda kelas, dikala istirahat
dan pulang sekolah mereka selalu bermain bersama hingga pada saaat kelas 9 smp.
Saat kelas 9 smp, yang bertepatan dengan kelulusan UN, radit pernah berkata
bahwa ia akan selalu tetap bersama lia dan memberikan Lia sebuah buku diary
untuk Lia, namun sejak pengumuman kelulusan, merka berpisah. Mungkin buku diary
tersebut adalah tanda perpisahan mereka. Setelah ujian masuk sekolah menengah, Lia
masuk SMA swasta ternama di Bengkulu sedangkan radit ikut orang tuanya keluar
kota. Sejak saat itu radit dan lia tidak pernah berkomunikasi.
Sudah setahun berlalu
saat mereka berpisah, lia mendapat kabar bahwa radit telah meninggal dunia
karena kecelakaan pesawat terbang, lia sangat terkejut mendengar berita
tersebut seakan tak percaya , namun setalah mengetahui kebenaran berita
tersebutLia sangat sedih. sejak saat itu lia mulai menutup diri, dan tidak
pernah lagi menulis diarynya hari-harinya ia isi dengan melamun. Ria yang
biasanya selalu ceria dan aktif dikelas namun sekarang hanya diam . ada kala saat
temannya mengajaknya pulang serempak tapi Lia tak pernah menerimanya. Lia setiap pulang sekolah selalu berjalan kaki
menuju rumahnya yang tak terlalu jauh dari sekolahnya.
Pada suatu hari saat
Lia berjalan menuju rumahnya,di perjalan ia melihat seorang laki-laki yang
rupanya hampir sama dengan Radit, seketika lia hanya terpelongok melihatnya
sampai laki-laki tersebut melawatinya. Dalam hati Lia terus bertanya, “ apakah
itu Radit ?” ah tidak mungkin !! sampai
ia tersadar bahwa lelaki tersebut telah
hilang dari hadapannya. Jika dilihat dari pakaian seragam lelaki itu
seperti seragam murid SMA JAYA 1 yang
lokasi sekolah nya berdekatan dengan sekolah Lia. Sesampai nya dirumah lia membuka kembali buku diarynya dan menulis
kejadian yang tadi terjadi. Namun ia
mengganggap bahwa kejadian tadi mungkin
hanya terbawa pemikiran dan persaan nya saja.
Keesokan harinya,
seperti biasa Lia berjalan melalui jalan yang sama, dan kejadian yang sama
saat ia bertemu kembali dengan seorang
laki-laki yang kemaren bertemu didepan halte. Ingin rasanya lia menegurnya,
tapi seakan-akan tangan nya berat untuk melambaikan tangannya. Selalu ketika lelaki itu pergi melaluinya,
Lia baru tersadar, lia mulai merasa Radit selalu dekat dengannya, seperti biasa
lia menulis dibuku hariannya, ia mulai bisa tersenyum. Kesokan harinya Lia
sengaja duduk di halte dakat ia bertemu dengan laki-laki yang mirip radit itu.
Sambil menunggu, Lia mendengarkan lagu menggunakan headset, namun setelah
sekitar 1 jam menunggu ternyata laki-laki itu tidak kunjung ada. Dengan wajah
yang kecewa lia pun akhirnya pulang.
Sekitar 3 hari
berlalu sejak Lia menunggu lelaki itu dihalte, lelaki itu tak juga terliahat
melintas dihadapannya. Lia merasa bahwa mungkin lelaki itu hanya bayangan saja.
Hari ini lia pulang sekolah seperti biasa tanpa berharap lagi untuk bisa
bertemu kembali dengan lelaki itu, dengan mendengarkan lagu melalui headsetnya
lia berjalan pulang, tiba-tiba dari arah yang sama ada seseorang yang
menabraknya dari belakang, kemudian dengan nada yang cukup keras lia berkata,
“hei, hati” kalo jalan !! sambil memegang sukunya yang terasa sakit. Lelaki itu
membalas, maaf kak, tadi gak sengaja, kakak dak apa apa kan ? sambil melihat
wajah lelaki itu, lia berkata “Radit” , tak begitu jelas terdengar, setelah meminta maaf
Sehari setelah kejadian
itu lia kembali bertemu dengan lelaki itu, kali ini lia heran karena seragamnya
sama dengan lelaki itu, kemudian lia menyapanya, lelaki itu menjawab eh yang
kemarin ya? Maaf ya soal kemaren, mereka pun berkenalan, lalu lia pun akhirnya
tahu nama lelaki itu adalah andika dan andika mencaritakan bahwa ia adalah
siswa pindahan dari SMA jaya 1 . dari perkenalan itu mereka mulai dekat dan
menjadi sahabat. Lia kembali ceria dan aktif dikelas, dan selalu tersenyum saat
menulis buku hariannya.
Seminggu lagi Ujian Nasional,
Lia dan Andika sering belajar bersama untuk mempersiapkan Ujian Nasional,
biasanya mereka belajar bersama di taman sambil bercanda gurau, Andika bertanya
kepada Lia, “nanti kalau kamu sudah lulus, kamu mau kemana? Lia menjawab, “aku
akan kuliah disini, dengan wajah tersenyum Lia menjawab. Kemudian setelah sore
dating, mereka pun pulang.
Saat Ujian nasional
Lia sangat serius mengerjakan soal yang ada begitu juga Andika, sebulan setelah
pengumuman kelulusan ternyata Lia mendapat nilai tertingi, tak heran karena Lia
sebenarnya adalah murd yang pintar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar